Menurut Herawati, ketidaktepatan penggunaan bahasa, bisa saja dipengaruhi beberapa faktor. Misalnya, masih belum mengetahui kaidah bahasa yang seharusnya ketika masuk ke ragam tulis seperti apa dan sebagainya.

Baca juga: Arta Graha Tak Ingin Dibedakan dengan Pemilik Lahan Lain di Teluk Kendari

"Mungkin belum mengenal aturan-aturan (bahasa) secara pasti seperti apa, seperti ejaan, diksi, kata baku dan kata yang tidak baku. Maka perlu upaya dari teman-teman media untuk lebih mengetahui, agar terus menambah informasi terkait bahasa yang benar," ucap Herawati.

Sehingga Herawati berharap dalam mengelola media daring dalam memberikan informasi, sebisa mungkin menggunakan bahasa Indonesia yang tepat.

"Karena media daring saat ini menjadi salahsatu media informasi publik yang paling mudah di akses. Di era kecanggihan teknologi informasi, sehingga media daring mudah dari media cetak saat ini, sehingga penggunaan bahasa yang benar akan mewakili penulisnya," ujarnya.