Yan mengatakan, tindakan tersebut mencoreng nama baik institusi TNI dan wajah negara di hadapan orang Papua.
Menurutnya, berulangnya kejadian serupa terlebih melibatkan aparat mengindikasikan bahwa adanya pelanggengan rasisme dari sisi struktural dan budaya oleh oknum dalam institusi negara.
“Atas dasar apa mereka berhak melakukan itu. Tentu, itu karena mereka merasa berhak melakukannya. Pertanyaan selanjutnya, mengapa mereka berpikir bahwa mereka berhak melakukan itu?" imbuhnya.
Anggota DPR RI dapil Papua ini menilai, tindakan tersebut adalah bentuk pikiran rasis, yang mana merasa diri superior sehingga berhak menindas orang karena orang lain penyandang identitas tertentu yang dianggap lebih inferior sehingga dianggap pantas ditindas.
Baca juga: SWI Apresiasi Polri Tangkap Rentenir Pinjaman Online Ilegal
