Jawabannya, ketika nilai agama berbenturan dengan nilai budaya, maka yang harus dikorbankan nilai budaya. Walau belahan bumi lain ada juga yang memilih nilai agamalah yang perlu dikorbankan, agar nilai budaya tetap terpelihara, walau itu adalah pilihan yang tidak populer.

Baca Juga: Inovasi Manajemen Perubahan pada Pengawasan Vote Buying

Solusi terbaik bila nilai agama berbenturan dengan nilai budaya,  maka diselesaikan secara kompromi. Artinya nilai-nilai subtansi dari agama diadopsi dalam budaya, sehingga budaya yang mengalami penyesuaian, yang mendorong lahirnya perubahan sosial atau budaya baru.

Maka, agama dan budaya bisa bergandengan dalam memberi pedoman keselamatan dunia dan akhirat. Artinya, agama difungsikan sebagai sistem keyakinan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan.

Sementara, budaya difungsikan sebagai suatu sistem nilai yang mengatur tatanan kehidupan bersama, dan menjaga kelangsungan kehidupan bersama manusia. (*)