Pada 2024 saja, Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) mencapai 217,9 ribu hektare, di dalam dan di luar kawasan hutan, dari APBN maupun non-APBN. Angka ini terdengar impresif. Tetapi bandingkan dengan 433.751 hektare yang hilang hanya pada 2025 saja. Kita masih berlari mundur, meski dengan langkah yang sedikit lebih lambat.

Rehabilitasi hutan bukan sekadar menanam pohon. Ini adalah kesalahpahaman yang mahal. Menanam satu jenis pohon di lahan yang gundul, apa yang disebut 'monokultur rehabilitasi', tidak memulihkan ekosistem hutan yang kompleks.

Baca Juga: Penyalahgunaan Nama Orang untuk Akun Media Sosial Palsu

Ia hanya menciptakan perkebunan hijau yang miskin biodiversitas, tidak mampu memulihkan fungsi hidrologis, ekologis, dan klimatologis hutan alam. Para ahli ekologi menegaskan bahwa reforestasi yang sejati harus mengembalikan komposisi spesies lokal, struktur vertikal hutan, dan jaringan interaksi antar-spesies yang terbentuk selama ratusan tahun.

Lima Pilar Tobat Ekologis