Mesampora berarti bertunangan, dimana kedua calon suami istri akan saling mengenal sifat dan perangai masing-masing dan kemudian diharapkan akan saling mencintai sehingga dapat dihindari perkawinan paksa.

Mowawa koota olu secara harfiah berarti membawa tali simpul. Caranya adalah setelah selesai masa bertunangan maka Tolea akan pergi ke rumah orang tua calon istri, mowawa koota olu (membawa tali simpul) untuk minta penetapan waktu pelaksanaan acara lumanga (antar langa). Bahan koota olu terdiri atas selembar piring dan seutas tali sebesar lidi enau (dari benang warna putih) yang telah disimpul mati dua buah atau empat buah (boleh lebih asal genap) yang artinya minta waktu dua hari atau empat hari yang akan datang untuk melaksanakan acara lumanga (mengantar langa).

Lumanga berasal dari kata langa, yang hampir serupa wujudnya dengan kata mahar, tetapi dari segi makna dan penggunaannya jauh berbeda. Adapun kata mahar atau mas kawin adalah pemberian wajib berupa uang atau benda dari mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan ketika dilangsungkan akad nikah.(Mororondo).

Baca juga: Kisah Manis Terapis Anak Autis

Prosesi pernikahan suku adat Moronene di Bombana Mororondo artinya secara harfiah adalah menyayangi, dan arti kiasannya adalah waktu mempersiapkan segala sesuatu yang ada hubungannya dengan pelaksanaan pesta perkawinan yang disebut dalam bahasa suku adat Moronene Metotoa Dan Mosusu Tuamentaa.