KENDARI, TELISIK.ID - Sebuah tren yang sedang viral, body count ramai diperbincangkan dunia maya. Berbau budaya seks bebas, istilah tersebut diartikan untuk menggambarkan siapa saja orang yang pernah ditiduri.

Dilansir dari Cnnindonesia.com, secara harfiah, istilah ini memiliki arti jumlah tubuh. Istilah ini sebenarnya lebih sering digunakan untuk mengungkap jumlah korban jiwa dari sebuah peristiwa tertentu seperti kecelakaan, bencana alam atau perang.

Namun rupanya, istilah 'body count' yang sedang ramai dan digunakan di media sosial berubah maknanya menjadi bahasa gaul yang lebih terkesan negatif.

Baca Juga: Bunda Corla Kembali ke Jerman Jadi Pelayan McD Usai Ngartis di Indonesia, Respon Farhat Abas Mengejutkan

Istilah ini dipakai para pengguna TikTok untuk menanyakan berapa jumlah orang yang sudah berhubungan badan dengan pengguna lainnya. Tren ini awalnya dimulai pada tahun 2020 silam dari salah satu pengguna TikTok yang mewawancara orang-orang tak dikenal di jalan untuk menanyakan jumlah orang yang pernah berhubungan seks dengan mereka atau body count.