Hal ini kemudian mulai masuk ke dalam For You Page (FYP) pengguna TikTok lain. Konten itu pun cukup mengundang banyak respons negatif sebab telah menginvasi ranah pribadi seseorang, apalagi yang tidak dikenal sama sekali.
Kendati demikian, istilah gaul 'body count' ini memang sudah cukup lama terkenal di luar Indonesia sebelum trending di TikTok hingga viral. Penggunaan istilah ini pasalnya sempat mengundang kritik. Umumnya, pertanyaan soal hubungan seksual dianggap privasi dan tidak seharusnya ditanyakan oleh orang asing.
Hanya saja, ada beberapa pengguna TikTok yang tidak menganggap hal ini menjadi masalah. Mereka justru menganggapnya sebagai candaan. Menurut dosen senior sekaligus penulis spesialis dalam gender dan seksualitas Lauren Rosewarne, keingintahuan seputar 'body count' pada seseorang timbul dari keinginan mereka untuk membandingkan kemampuan dirinya dengan orang lain.
"Pada dasarnya, manusia memiliki rasa penasaran terhadap manusia lain. Kami tertarik dengan kehidupan pribadi mereka dan rahasia tergelap mereka," kata Rosewarne, melansir ABC.
Dikutip dari Health.detik.com, multi sexual partners atau kebiasaan bergonta-ganti pasangan seksual menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko infeksi penyakit menular seksual.
