KENDARI, TELISIK.ID - Tren doom spending kini menjadi ancaman serius bagi Generasi Z (Gen Z) dan milenial. Fenomena ini adalah pengeluaran berlebihan tanpa pertimbangan matang, seringkali dilakukan sebagai pelarian dari tekanan ekonomi.

Psychology Today mengungkapkan bahwa perilaku ini semakin marak di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hal ini membuat generasi muda menghadapi risiko besar menjadi lebih miskin dibandingkan generasi sebelumnya.

Doom spending terjadi saat seseorang berbelanja untuk mengatasi kecemasan akan masa depan. Tren ini berbeda dengan retail therapy, yang biasanya dilakukan untuk menghibur diri dari masalah pribadi.

Doom spending lebih sering dipicu oleh kondisi eksternal, seperti ketidakstabilan ekonomi dan ketimpangan kekayaan global. Akses informasi melalui ponsel pintar dan fitur Buy Now, Pay Later (BNPL) semakin mendorong perilaku konsumtif ini.

Dosen senior keuangan di King's Business School, Ylva Baeckstrom, menyebut doom spending sebagai perilaku fatalistis yang berbahaya. Menurutnya, generasi muda kerap menerjemahkan rasa cemas mereka menjadi kebiasaan belanja yang tidak sehat.