Baca Juga: Xi Jinping Bangun Jalur Sutra Baru, Barat Ketar-ketir Hadapi Dominasi BRI

Meski sebagian besar anggota Partai Republik masih berpihak pada kebijakan lama Trump, sinyal ini menunjukkan adanya perpecahan di tubuh partai mengenai arah kebijakan ekonomi yang dinilai menimbulkan dampak negatif bagi sektor perdagangan dan industri domestik.

Sebelumnya, Senat AS juga telah mengesahkan dua resolusi yang menargetkan penghapusan bea atas barang-barang asal Kanada dan Brasil. Langkah ini memperkuat indikasi bahwa banyak legislator mulai mempertanyakan efektivitas pendekatan tarif sebagai alat negosiasi ekonomi.  

“Banyak anggota parlemen tidak lagi sejalan dengan strategi tarif agresif yang digunakan pemerintahan Trump untuk menekan mitra dagang AS,” tulis The Washington Post dalam laporannya, sebagaimana dikutip dari Xinhua, Sabtu (1/10/2025).

Tarif global yang diberlakukan Trump pada masa pemerintahannya dilandasi dengan alasan “defisit perdagangan besar dan persisten” yang dianggap merugikan AS dalam hubungan internasional.