Uang yang diperoleh dari hasil menjadi tukang parkir, meskipun tidak banyak, digunakan untuk membeli susu bagi anaknya yang tinggal di kampung halamannya, Konawe Selatan.
Baca Juga: Perjuangan Wanita Pemulung di Kendari: Semangat yang Tak Pernah Luntur
Setiap hari, Subhan melayani para pengunjung dengan sabar dan penuh perhatian. Ia tidak pernah mematok harga atau meminta lebih dari yang seharusnya.
Pengunjung biasanya memberikan uang parkir seikhlasnya, mulai dari seribu hingga dua ribu rupiah. Bahkan, di beberapa kesempatan, Subhan menerima uang parkir yang sangat sedikit, namun ia tidak pernah mengeluh.
Baginya, rezeki selalu ada meskipun dalam jumlah yang tidak besar.
