"Kami siap bantu menyediakan sarpras untuk mendukung pengelolaan sampah tetapi Bapak Bupati juga sebaiknya mulai membuat kebijakan untuk pembatasan sampah, contohnya dari segi jumlah produksi," kata Novrizal.

"Kami juga telah menyediakan komposter sesuai proposal yang diajukan Yayasan Puspita Bangun Bangsa, tetapi konsep tersebut di hulu, tetap yang utama kembali ke komitmen kita masing-masing. Oleh karena itu kita bikin pilot plan dulu sekitar 50 sampai 100 komposter di tahap awal sambil meminta dukungan kebijakan baru tentang pembatasan sampah," katanya lagi.

Sementara itu Bupati Manggarai, Heribertus Geradus Laju Nabit pada kesempatan tersebut memaparkan kondisi pengelolaan sampah di kota Ruteng.

Ia mengatakan, pihaknya sedang berupaya untuk mengubah predikat Ruteng dari kota terkotor dengan berencana mengadakan lahan baru TPA, perbandingan jumlah produksi sampah dan memikirkan daya angkut sampah ke TPA yang sekarang terkesan tidak berimbang.

Baca Juga: Dewan Sebut Ribuan Tenaga Kesehatan di Jatim Belum Gajian Selama 5 Bulan