Baca Juga: 10 Orang Terkaya di Swiss Tempat Hilang Anak Ridwan Kamil, Nomor 1 Bikin Melongo

Mulanya, warga mengembangkan bahasa siulan ini agar lebih mudah berkomunikasi dengan orang lain di tempat yang jauh, misalnya di bukit lain. Suatu nada memiliki makna tertentu sehingga warga lain langsung memahami maknanya.

Muazzez menjelaskan bahwa kus dili menghasilkan suara berbeda tergantung jari yang digunakan. Jika menggunakan jempol akan menghasilkan nada rendah, dan kelingking menghasilkan nada tinggi. Nada lebih tinggi bisa dihasilkan dari menggunakan lidah.

Baca Juga: 5 Fakta Sungai Aare Swiss, Hilangnya Anak Ridwan Kamil Bukan Fenomena Baru

Jika kamu ingin berkomunikasi dengan orang yang jaraknya jauh, maka gunakanlah jari yang lebih besar karena bisa menjalar lebih jauh.