Ritual adat memegang Batu Poaro sambil berdoa kepada Allah SWT. Foto: Iradat Kurniawan/Telisik

 

Wakil Wali Kota Baubau Laode Munianse mengatakan, ritual adat tersebut adalah sebagai bentuk upaya pelestarian budaya yang pernah berkembang di Kota Baubau.

"Nilai religiusnya adalah bahwa semua patut bersyukur kepada Allah SWT karena pada tahun 1500-an telah mengirimkan ulama besar ke Buton," tutur Laode Munianse, Kamis (14/10/2021).

Baca Juga: Ratusan Warga Konut Dapat Bantuan 13 Ton Beras dari PT Antam

Baca Juga: Kekerasan Anak Meningkat, Raperda Perlindungan Anak dan Perempuan Mulai Dibahas