Baca juga: Wakil Ketua DPRD Sultra Tantang Laporkan Dirinya ke Pihak Tipikor

Sebab menurut pengunjuk rasa  keberadaan kedua perusahaan tersebut hanya menghamburkan polusi yang menyebabkan tambak milik warga sekitar gagal panen.

“Akibat dari polusi tersebut yang dihasilkan ini perusahaan, masyarakat di Kecamatan Matui, Kabupaten Konawe Utara sudah banyak yang terserang penyakit, khususnya penyakit infeksi saluran pernapasan,” teriak Oscar Sumardin.

Selian itu, para pengunjukrasa tersebut juga mendesak DPRD Sultra untuk memanggil Gubernur Ali Mazi, Dinas DLH serta pimpinan PT VDNI dan PT OSS, untuk melakukan rapat dengar pendapat bersama pemerintah Motui, serta masyarakat Kecamatan Motui.

Selain itu, pengunjuk rasa juga mendesak PT VDNI dan PT OSS menjadikan wilayah Kecamatan Mutoi sebagai kawasan Ring 1 Industri VDNI dan PT OSS.