SS mengungkapkan, awalnya pelaku tidak mengizinkan korban keluar untuk berbaris dengan siswa lain. Alasannya korban sedang sakit.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Buktikan Manfaat JKN, Pasien Adhika Jalani Pengobatan Tanpa Biaya

"Saat dalam kelas guru tersebut mencium muridnya. Padahal ada teman yang juga sakit, tapi hanya dia yang tidak diizinkan keluar," kata SS kepada wartawan di Polresta Kendari pada 9 Januari 2025.

Setelah kejadian itu, SS mengatakan, anaknya menelepon ibunya untuk minta dijemput. Korban mengaku kejadian ini bukan yang pertama kali. Sebulan sebelumnya, sang guru mencium kening korban.

“Kami mulai curiga dengan perilaku anak kami. Kemarin dia sudah tidak mau masuk sekolah, dan beberapa hari sebelumnya juga sudah merasa trauma,” kata SS.