Namun, Sofyan AR selaku Kades Wowa Tamboli membantah beberapa poin dugaan tersebut. Ia mengatakan, tidak tahu menahu sumber informasi yang didapatkan LSM dan Ormas atas tuduhan terhadap dirinya.

"Yang pertama mengenai tidak transparansinya kepala desa, saya pikir itu tidak benar. Kemudian kedua mengenai mementingkan urusan pribadi saya juga belum paham, seperti apa yang dimaksud kan begitu teman-teman LSM," terangnya.

Baca Juga: Tahun Ini, Satu Puskesmas Diperbatasan Muna-Buteng Dibangun

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Desa (BPD) Ambo Saka membenarkan bahwa ada beberapa pengerjaan fasilitas desa pada tahun anggaran 2020 yang bermasalah.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi Inspektorat Kabupaten Kolaka pada tanggal 08 Januari 2021, ditemukan ada beberapa item pengerjaan fasilitas desa yang belum rampung dikerjakan 100 persen, misalnya pengerjaan lapangan voli masih 99 persen, rapat beton jalan yang baru berupa tumpukan material pasir, serta pengadaan sangar tani yang terhambat karena adanya komplen dari pemilik tanah yang enggan melepas lahan tersebut.