Baca juga: Warga Desa di Konsel Nyatakan Golput di Pilkada
"Tidak ada tantangan karena kami enjoy saja menghadapinya dan tidak menjadikannya sebagai beban. Ada Allah SWT yang kami bisa mintai pertolongan dan bantuan. Teman-teman yang lain juga jangan khawatir, jangan ada keraguan akan kuasa Allah, kita mesti ringan menjalani hidup sehingga ada kenikmatan saat menjalaninya," kata dia, 23 Oktober lalu, dilansir dari Tempo.co.
Tokoh pendakwah Betawi itu mengatakan, tidak ada masalah ketika ada kesusahan yang menghampiri umat karena seharusnya mereka sudah tahu kemana itu semua dapat dikembalikan, yaitu kepada Allah Subhanahu Wata'ala.
"Ada yang tidak kita dapat, mungkin ketika menghadapi pemutusan kerja karena pandemi COVID-19. Kita jadi gelisah dan mulai menyalahkan COVID-19, lingkungan, negara. Padahal gampang saja ketika dia tahu yang mencabut rizki itu Allah, maka datang lagi saja ke Allah dan jangan tanggung-tanggung berdoa dan minta yang lebih banyak, yang lebih baik," ujarnya.
Relevansi dari sikap yang tidak menjadikan pandemi COVID-19 sebagai beban, ia mengatakan, di pesantren segala sesuatunya jadi dapat dijalankan dengan ringan karena jika itu dianggap sebagai beban justru akan menyusahkan dan benar-benar akan menjadi beban.
