Kemudian, munculnya angin segar penanganan COVID-19 dengan informasi keberadaan vaksin menjadi harapan besar yang dapat menekan laju penyebaran COVID-19 dan diharapkan mampu menjadi “tameng” untuk membentuk kekebalan komunitas alias herd immunity.
Vaksin dan vaksinasi memberikan peluang bagi masyarakat untuk bisa pulih kembali. Mengembalikan geliat perekonomian masyarakat, ekonomi dapat segera bangkit dan dapat menekan terjadinya peningkatan COVID-19.
Kondisi kedaruratan yang dialami suatu bangsa ternyata banyak menyingkapkan wajah paradoks sekaligus ambivalensi politik demokrasi. Fenomena ini tergambar dalam logika umum demokrasi yang secara teoritik dikenal sebagai penerapan prinsip inklusi, keterbukaan, kebebasan dan aksebilitas bagi pemenuhan hak-hak dasar.
Namun dalam kondisi kedaruratan, demokrasi bisa berwajah yang sama sekali berbeda, yakni dengan pelaksanaan berbagai pembatasan, penangguhan, eksklusi, kekerasan dan seringkali juga mengabaikan prinsip-prinsip demokrasi itu sendiri.
Baca juga: Ironi Buruh di Konawe, Akankah Sejahtera?
