Isu ini kemudian mendapat perhatian dari DPR. Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP, Edy Wuryanto, mengkritisi perbedaan perlakuan antara pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dan guru honorer. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, pada Selasa, 20 Januari 2026.
“Nah yang tidak adil, itu kan para nakes dan para guru protes, terutama yang sudah mengabdi lama,” ujar Edy dalam rapat tersebut, sebagaimana dikutip dari Tribunnews.
Edy menilai persoalan ini perlu segera dibahas bersama Presiden Prabowo Subianto agar tidak memicu gelombang protes berkepanjangan. Menurutnya, kesenjangan penghasilan dapat menimbulkan rasa ketidakadilan di kalangan tenaga pendidik dan kesehatan.
“Ini jika tidak diurus, nanti protesnya akan berlanjut-lanjut. Sopir yang mengantar gajinya lebih tinggi dari guru yang mendidik anak-anak,” kata Edy.
Baca Juga: Pegawai SPPG Otomatis Terangkat jadi PPPK 2026? Begini Penjelasan BGN
