Selain itu, beberapa tautan mengarahkan pengguna untuk mengunduh aplikasi di luar toko resmi. Langkah tersebut berpotensi membuka celah masuknya malware atau perangkat lunak berbahaya ke dalam gawai pengguna tanpa disadari.

Ancaman lain yang muncul adalah pengambilalihan akun digital. Ketika satu akun berhasil diretas, pelaku dapat menggunakannya untuk menyebarkan tautan serupa, sehingga rantai penyebaran terus berulang dan semakin luas.

Sejumlah pegiat literasi digital mengingatkan bahwa pola isu semacam ini bukan hal baru. Isu serupa kerap muncul dengan mengganti objek viral, sementara mekanisme penyebarannya tetap sama, yakni memanfaatkan rasa penasaran dan algoritma platform.

Dalam konteks ini, sosok asli yang dimaksud dalam narasi viral sebenarnya tidak pernah dijelaskan secara jelas. Tidak ada identitas, tidak ada latar peristiwa yang terverifikasi, dan tidak ada rekaman utuh yang dapat diuji kebenarannya.

Baca Juga: Cerita Mahasiswi Dijebak Senior jadi PSK, Ngaku Keenakan dengan Uang Instan hingga Dibayar Pelanggan Seusia Ayahnya