Kepala SMA Negeri 2 Pamekasan Moh Arifin menyampaikan bahwa paket makanan tersebut berisi ikan lele mentah yang bahkan masih terlihat hidup di dalam kotak makanan. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah memutuskan untuk tidak menerima paket tersebut.

“Ada dua iris tempe dan tahu. Ikan lelenya amis, mentah bahkan ada yang masih hidup dan bergerak di dalam kotak plastik,” kata dia.

Baca Juga: Heboh SPPG Menu MBG Ramadan Tak Layak Konsumsi Distop, Roti Berjamur dan Buah Berulat hingga Telur Mentah

Menurut Arifin, paket makanan yang ditolak tersebut merupakan jatah makan untuk siswa selama tiga hari ke depan. Namun pihak sekolah memilih mengembalikannya karena khawatir kondisi makanan dapat membahayakan siswa.

Ia juga menjelaskan bahwa bau amis dari ikan tersebut cukup kuat sehingga dikhawatirkan akan membusuk dalam waktu singkat. Selain itu, kondisi tersebut berpotensi membuat siswa tidak ingin membawa pulang makanan tersebut.