Mirisnya lagi, sesudah menganianya korban, kelompok siswi tersebut merayakan kemenangan sambil bersuka cita tanpa ada penyesalan sekalipun.

Saat dikonfirmasi oleh Telisik.id, Kepala SMA 1 Wangi-Wangi, Yuwono membenarkan kejadian tersebut.

"Kejadiannya kisaran jam 9. Korban sendiri pada saat itu tidak masuk, padahal gurunya ada di dalam. Jadi kejadiannya di luar sekolah tapi di jam sekolah. Maka kita berupanya untuk mediasi tapi keluarga korban tidak mau dan memilih laporan polisi," kata Yuwono saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jum'at (22/10/21).

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Wangi-Wangi, Hasanudin menjelaskan, tindakan persekusi tersebut terdiri dari gabungan antara siswi SMAN 1 dan siswi SMAN 2.

Baca Juga: Mabes Polri dan Polda Sumut Gerebek Kantor Pinjaman Online