KENDARI, TELISIK.ID – Wabah Jembrana mulai mengancam produktivitas sapi Bali di Sulawesi Tenggara (Sultra). Penyakit ini pertama kali terdeteksi di Sultra pada tahun 2023 dan telah menyebabkan kematian lebih dari 400 ekor sapi hingga saat ini.

Kepala Laboratorium UPTD Balai Pelayanan Keswan, Kesmavet, dan Klinik Hewan (BPK3H) Distannak Sultra, drh. Rakhwana, menjelaskan bahwa Jembrana bukanlah penyakit zoonosis, sehingga tidak dapat menular ke manusia atau jenis sapi lainnya.

Hewan yang terinfeksi umumnya mengalami gejala seperti demam tinggi dan diare berdarah.

Baca Juga: Kendari Siap Gelar SKD CPNS 2024, Peserta Wajib Tahu Ini

Hingga Oktober 2024, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distannak) Sultra melaporkan 142 kasus Jembrana yang tersebar di beberapa kabupaten.