Kedua, penguatan pendidikan dan literasi maritim bagi anak-anak perempuan agar tumbuh dengan kebanggaan budaya bahari. Ketiga, pelestarian seni, budaya, dan kearifan lokal, termasuk tenun tradisional, tarian laut, serta kuliner khas pesisir.

Baca Juga: Festival Bajo Wakatobi 2025: Tradisi, Laut, dan Harapan Ekowisata Berkelanjutan

Keempat, perlindungan perempuan dan anak pesisir dari kekerasan, diskriminasi, serta ketidaksetaraan akses terhadap sumber daya. Empat langkah ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perempuan pesisir Sulawesi Tenggara.

“Ketika kita mengangkat perempuan, kita sedang mengangkat peradaban. Ketika kita memberdayakan perempuan maritim, kita sedang menjaga laut agar tetap lestari untuk generasi mendatang,” tegas Hugua.

Menutup sambutannya, Hugua mengajak seluruh pihak menjadikan Festival Wowine sebagai gerakan besar perempuan maritim Indonesia.