KENDARI, TELISIK.ID - Perselingkuhan dalam rumah tangga kerap berakibat fatal, raibnya keharmonisan, perceraian, bahkan penularan penyakit menular seksual.
Rumah tangga mempunyai peranan penting dalam membina kepribadian anak. Perselingkuhan kerap menjadi biang karamnya bahtera rumah tangga. Jika peran itu tidak terwujud maksimal, maka masa depan anak bisa saja terancam.
Dilansir dari Ayobandung.com, pakar seksologi dr Boyke Dian Nugraha SpOG mengungkapkan, tidak adanya perhatian yang utuh menjadikan perempuan akhirnya berpaling ke orang lain. Di sisi lain pria berselingkuh disebabkan karena kerap bertemu dengan perempuan yang lebih menarik dari istrinya.
Hal itu menunjukkan bahwa pria lebih tertarik pada visual dan biologis, sementara wanita lebih kepada kebutuhan emosi atau psikologi. Survei yang dilakukan kepada pria dan wanita menunjukkan bahwa 70 persen pria dan 49 persen wanita memutuskan berselingkuh karena kurangnya emosi, hilangnya geliat romansa, serta kehidupan seks yang membosankan.
Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Padjajaran menunjukkan bahwa dua di antara lima wanita karier berselingkuh dan dua di antara tiga pria berselingkuh. Ini menunjukkan bahwa laki-laki lebih rentan melakukan perselingkuhan.
