"Karena saya tahu sekali bahwa pesta panen Desa Bubu kali ini ditunggu-tunggu bagi setiap warga masyarakat, khususnya Desa Bubu dan Desa-desa yang ada di sekitarnya," sambungnya.

Karena Wawonotahu ini, lanjut Ahali, merupakan satu dari beberapa keanekaragaman kebudayaan Butur yang tidak ada di daerah lain, maka kedepan perlu dilestarikan, termasuk semua jenis pesta panen yang ada di wilayah Butur, diminta agar perayaan di tahun-tahun berikutnya dikemas lebih besar lagi.

"Kita perlu data dan inventarisasi segala bentuk budaya dan jenisnya, mengingat perkembangan arus globalisasi saat ini, kita harus bendung dengan budaya kita sendiri, sebab kalau kita bercerita mengenai kemajuan dengan orang barat mungkin kita tidak dapat menyaingi mereka, akan tetapi kalau kita memperkenalkan budaya lokal kita pasti akan tertarik dan dapat bernilai jual buat daerah," ucapnya.

Baca juga: Penerbitan SKCK Meningkat, Pendaftaran Calon Kepala Desa di Bombana Diserbu Warga

Baca juga: Balai Desa Bangunsari Disegel, Pj Sekda Instruksikan Kadis PMD Tuntaskan Persoalannya