Meski demikian, Nawawi menghormati cara pandang pribadi Firli Bahuri yang mendukung presidential threshold 0 persen. Menurut dia, pandangan Firli harus dihormati sebagai warga negara Indonesia.

"Kita menghormati cara pandang pribadi tersebut sebagai bagian hak berpendapat setiap warga negara," ucap Nawawi.

Lebih lanjut, Nawawi menjelaskan lembaga antirasuah memang sepatutnya lebih fokus bagaimana melakukan kajian jelang pemilu pilkada, pilpres maupun pemilihan legislatif terkait potensi korupsi di ranah tersebut.

Hal ini, lanjut Nawawi, nantinya dapat direkomendasikan kepada pemerintah maupun DPR RI.

Baca Juga: Aturan Baru, Warga Belum Vaksin Dilarang Berpergian dan PCR Tak Jadi Syarat Wajib saat Nataru