"Al-Qur'an mengubah hati saya dan seluruh hidup saya. Saya menyadari bahwa Al-Qur'an tidak mengajarkan kebencian seperti yang selama ini saya percayai," kata dia.
Selanjutnya, ia mulai belajar dan mencari tahu lebih lanjut apa yang sebenarnya terjadi di Timur Tengah. Dia juga mencari tahu bagaimana agama lainnya datang.
"Ketika saya mempelajari kebenaran, terutama keterlibatan saya dengan pemerintah, dan betapa manipulatifnya berita kami, saya sakit selama berhari-hari. Saya menangis begitu banyak, saya hampir dehidrasi," ujarnya.
Dia mengaku tidak akan pernah melupakan kejadian itu. Namun, dia juga mulai menyadari semua hal, dia pun memilih untuk mulai menyebarkan kebenaran dan berharap orang lain akan turut sadar.
Baca Juga: Hari Ini Habib Rizieq Cs Jalani Sidang Perdana, 658 Personel Siap Amankan PN Jakarta Timur
