Munculnya beragam peristiwa mengenai dugaan pelanggaran saat karantina disebabkan oleh lemahnya sistem pelaksanaan sehingga memunculkan oknum-oknum yang menjadi "mafia karantina", kata aktivis migran.

Baca Juga: Varian Omicron Meningkat, DPR Minta Perusahaan Non Esensial Segera Terapkan WFH

Dilansir dari Viva.co.id, beberapa kasus pelanggaran karantina terjadi dalam setahun terakhir ini, seperti penangkapan 11 tersangka yang meloloskan WNA India tanpa karantina, kasus selebgram Rachel Venya yang menyuap oknum petugas untuk bebas karantina.

Baca Juga: Bahas IKN Baru, Jokowi Dapat Masukan dari Tokoh Masyarakat dan Adat di Kaltim

Kemudian, dugaan permintaan uang oleh oknum petugas kepada pekerja migran Indonesia dari Hong Kong agar bebas karantina, hingga dugaan "meng-covid-kan" turis asing dari Ukraina dan Amerika Serikat agar menjalani isolasi di hotel.