Hanya berbekal peralatan seadanya, sendok plastik digunakan untuk menggali dan ember atau loyang digunakan sebagai tempat mengumpulkan kerang dan siput.

Menurut pantauan Telisik.id beberapa dari warga yang menggarap itu, dikerjakan sangat antusias bak sedak mengikuti perlombaan. Bukan dilihat seberapa besar garapan namun yang didapatkannya.

Sebagian dari yang menggarap terkadang mendapatkan kerang yang kosong isinya, alih-alih tertanam untuk dicari namun hanya kulit kosong kerang yang terbawa air laut.

Baca Juga: Kronologi Kasus Pencabulan 4 Anak Bawah Umur Oleh Kakek 50 Tahun di Kota Kendari

Setelah hasil berburu didapat dan dikumpulkan, kemudian dibersihkan dengan air laut agar saat tiba di rumah langsung dimasak untuk lauk.