Disinggung apakah korban ada berselisih dengan seseorang atau orang lain, Humisar Carles Pardede mengakui, sepanjang yang diketahuinya dirinya tidak pernah bermasalah atau berselisih paham dengan siapa pun.

Dia menduga, aksi kekerasan ini terjadi karena beberapa pemberitaan di Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah yang akhir-akhir ini sering disorot. Seperti kasus penjualan baju di dinas pendidikan serta penjualan baju kaos di dinas kesehatan.

“Atau bisa jadi soal beberapa status Facebook di akun pribadi saya, terkait isu bakal calon Pj Bupati Tapteng yang di mana akhir jabatan dari Bupati Tapteng akan berakhir 22 Mei 2022 mendatang,” terangnya.

Baca Juga: Postingan Dugaan Menghina Wartawan Dilapor Polisi

Kapolsek Pandan, Polres Tapanuli Tengah, AKP Zulkarnaen Pohan ketika dikonfirmasi melalui selulernya, membenarkan adanya laporan dari korban.