Baca juga: Perbudakan ABK Indonesia di Kapal Ikan China, Tewas, Jasad Dibuang ke Laut
Kemungkinan kedua, virus yang masih tersisa dalam pasien sembuh aktif kembali. Hal ini bisa terjadi karena pertahanan tubuh pasien yang masih lemah, sehingga virus bisa memperbanyak diri kembali.
"Bila ini terjadi, biasanya gejala yang ditimbulkan jauh lebih ringan dan transmisi orang ke orang kemungkinan kecil terjadi," ucapnya.
Dia menekankan, terkait hal tersebut, pembatasan aktivitas sosial secara masif masih harus dilakukan dengan ketat untuk mencegah penyebaran COVID-19. Bahkan, beberapa negara yang berhasil menghentikan puncak pertambahan kasus seperti Korea dan Tiongkok, juga masih mengalami kemunculan kasus.
"Meskipun sudah tidak banyak," tambahnya.
