Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur Dr. Erwin Astha Triyono mengatakan, pihaknya telah menyiapkan ketersediaan RDT leptospirosis di masing-masing kabupaten/kota untuk mempermudah diagnosis serta mensosialisasikan tatalaksana pengobatan leptospirosis.

Dia mengatakan, kejadian leptospirosis tidak hanya berkaitan dengan banjir saja, namun juga terkait dengan air yang terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri leptospira, seperti tikus, sapi, babi yang ada di sekitar lingkungan manusia.

Baca Juga: 8 Tips Jaga Kesehatan saat Musim Hujan

Tak hanya itu, penularan leptospirosis bisa terjadi melalui kontak erat dengan binatang ternak yang terinfeksi dan terjadi pada pekerjaan yang berpotensi kontak dengan sumber infeksi.

Diketahui, dari total 249 kasus yang terjadi di Jawa Timur, terbanyak terjadi di Kabupaten Pacitan dengan jumlah 204 kasus dengan kematian 6 orang. Selanjutnya  Kabupaten Probolinggo sejumlah 3 kasus dengan jumlah kematian 2 orang, Kabupaten Gresik sejumlah 3 kasus, Kabupaten Lumajang sejumlah 8 kasus, Kota Probolinggo sejumlah 5 kasus dengan jumlah kematian 1 orang, Kabupaten Sampang sejumlah 22 kasus dan Kabupaten Tulungagung sejumlah 4 kasus. (B)