Baca Juga: Sosialisasi Proyek Jalan Dete-Wisata Huuntete Wakatobi Masih Belum Ada Titik Temu

"Warna uangnya beda, uangnya lebih tebal dan tekstur uangnya lebih kasar," jelasnya.

Nurad juga menegaskan, agar masyarakat lebih jeli dalam menerima uang, apalagi di perkampungan yang kebanyakan orang tua tidak memperhatikan bentuk uang ketika ada transaksi jual beli.

Sementara itu, Wa Samuria saat di konfirmasi telisik.id, mengaku tidak tahu menahu dengan uang yang digunakan ternyata palsu.

Baca Juga: Pertalite Tembus Rp 25 Ribu di Wangi-Wangi Wakatobi, Warga Sorot Lemahnya Penindakan