Masyarakat dibekali ilmu melalui praktek lapang dalam menghidupkan kembali lahan-lahan yang belum produktif dan memperkuat peran dalam memelihara mangrove, serta menjawab kebutuhan pangan guna meningkatkan perekonomian.
"Alhamdulillah, sudah sekitar 1.000 masyarakat yang kami libatkan dalam kegiatan sekolah lapang. Kita berharap ilmu yang mereka dapat bisa diimplementasikan pada masyarakat luas," harap Rio.
Baca Juga: Kejari Muna Musnahkan Ijazah Palsu, Sajam hingga Narkoba
Bila tak ada aral melintang, YHB sudah merencanakan pada tahun 2026 kembali melanjutkan kegiatan yang sama dengan cakupan wilayah Muna-Buton.
Sementara itu, Bupati Muna, Bachrun Labuta, mengapresiasi YHB yang telah melakukan rehabilitasi mangrove dan memanfaatkan lingkungan sekitar pesisir pantai untuk kegiatan pertanian dan peternakan terintegrasi.
