adplus-dvertising

DPR Soroti Pemberian Izin Masuk WNA China ke Indonesia

Marwan Azis, telisik indonesia
Senin, 17 Mei 2021
1915 dilihat
DPR Soroti Pemberian Izin Masuk WNA China ke Indonesia
Para pekerja asal China tiba di Indonesia. Foto: Repro google.com

" Saya benar-benar menyayangkan pemberian izin masuknya WNA China ke Indonesia di tengah situasi pandemi seperti ini "

JAKARTA, TELISIK.ID - Anggota Komisi IX DPR-RI yang mengurusi masalah kesehatan, Saleh Partaonan Daulay, menyoroti pemberian izin masuknya warga negara China ke Indonesia.

"Saya benar-benar menyayangkan pemberian izin masuknya WNA China ke Indonesia di tengah situasi pandemi seperti ini," kata Saleh kepada Telisik.id di Jakarta, Senin (17/5/2021).

Ketua Fraksi PAN DPR-RI ini mengatakan, kedatangan mereka tentu dikhawatirkan berpotensi membawa virus COVID-19. Belum lagi, masuknya WNA China dimaksudkan untuk bekerja di Indonesia.


Sementara, di dalam negeri sendiri, ada banyak PHK dan pekerja yang dirumahkan. Makanya menjadi pertanyaan, mengapa pekerjaan yang tersedia tidak diprioritaskan bagi WNI.

"Apa sih jenis pekerjaan yang mesti membutuhkan TKA China? Kementerian tenaga kerja perlu terbuka terkait masalah ini," imbuh alumnus HMI ini.

Baca Juga: Airlangga Klaim Ekonomi Sejumlah Provinsi Makin Membaik, Termasuk Sultra

Mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah ini menilai, jawaban Kementerian Perhubungan terkait kedatangan TKA China ini dinilai tidak tepat.

Persoalannya bukanlah jenis pesawat yang mereka pakai. Tetapi, mengapa TKA asal China ini masih terus-terusan diperbolehkan masuk.

"Mau pakai pesawat reguler, pesawat carter, atau pesawat pribadi sekalipun tetap dipertanyakan masyarakat. Sebab, masyarakat berharap agar kedatangan TKA asal China ini dihentikan terlebih dahulu. Jika nanti pandemi ini telah berlalu, baru dipikirkan lagi. Adapun pekerjaan yang mungkin perlu dilanjutkan, bisa saja diberikan kepada pekerja lokal. Saya yakin, pekerja WNI bisa mengerjakannya" tuturnya.

Ia menegaskan, sangat disayangkan, protes dan penolakan masyarakat seakan tidak didengar oleh pemerintah. Semakin ditolak, malah semakin banyak yang datang. Bahkan, sekali penerbangan bisa membawa ratusan rombongan.

Baca Juga: Pendaftaran CPNS Dibuka 31 Mei, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

"Menurut saya, perlu dikalkulasi untung rugi menggunakan TKA ini di Indonesia. Sebab, sejauh ini, saya belum pernah mendengar bahwa kedatangan mereka meningkatkan pemasukan negara. Setidaknya, saya belum pernah membaca laporan bahwa mereka berkontribusi dalam meningkatkan APBN," paparnya.

Ia menambahkan, kalau kontribusinya tidak signifikan, sebaiknya dihentikan saja sementara.

"Ini demi keamanan warga masyarakat. Apalagi, belakangan ini peningkatan jumlah yang terpapar COVID-19 semakin tinggi," pungkasnya. (C)

Reporter: Marwan Azis

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga