Oleh: Suryadi

Pemerhati Budaya & Kepolisian

JUJUR itu sebuah nilai. Sampai kapan pun, andai bentuk dan warnanya berubah, jujur tetaplah satu nilai. Tak tergoyahkan! “Jujur merupakan nilai moral,” tulis Haryatmoko, yang sejak 2015 juga mengajar Program Doktor di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) (“Prinsip  Prinsip Etika”, 2024: 19).

Budayawan Mochtar Lubis semasa hidupnya, dalam pidato kebudayaan yang begitu bersejarah di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, jelang 32 tahun setelah Indonesia merdeka 6 April 1977, menempatkan “Munafik” atau “Hiprokrit” pada deret pertama sifat atau ciri utama manusia Indonesia. "Kita semua mengutuk korupsi atau istilah barunya 'komersialisasi jabatan', tetapi kita terus saja melakukan korupsi dan dari hari ke hari korupsi bertambah besar saja.

Sikap manusia Indonesia yang seperti ini yang memungkinkan korupsi begitu hebat .... ("Manusia Indonesia", 2017: 19). Tulisan ini tidak ingin menggeneralisasi bahwa semua manusia Indonesia koruptor, tetapi Jakob Oetama dalam pengantarnya untuk “Manusia Indonesia” menulis. “Stereotip tidak seluruhnya benar, tidak pula seluruhnya salah.