18 Peserta Didik Desil 1 - 4 Ikuti Pendidikan Nonformal dan Vokasi Gratis di Sentra Meohai Kendari
Reporter
Kamis, 03 September 2026 / 4:37 pm
Kepala Sentra Meohai Kendari, Muhamad Gunawan, saat menyampaikan materi dan foto bersama peserta serta panitia dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Program Pendidikan Nonformal di Sentra Meohai Kendari, Kamis (3/9/2026). Foto: Ana Pratiwi/Telisik
KENDARI, TELISIK.ID - Sebanyak 18 peserta didik dari keluarga desil 1- 4 mengikuti program pendidikan nonformal dan pembekalan keterampilan vokasional secara gratis di Sentra Meohai Kendari.
Program tahun 2026 ini dilaksanakan melalui kerja sama Sentra Meohai Kendari dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Kendari dan diawali dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kamis (3/9/2026). Peserta terdiri atas 6 orang Paket A, 9 orang Paket B, dan 3 orang Paket C.
Kepala Sentra Meohai Kendari, Muhamad Gunawan, mengatakan program tersebut ditujukan untuk memberikan kesempatan belajar kepada peserta didik yang membutuhkan akses pendidikan, termasuk mereka yang putus sekolah.
Tujuannya agar peserta dapat memperoleh ijazah dan memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan, termasuk membuka peluang untuk melanjutkan ke Sekolah Rakyat apabila memenuhi ketentuan yang berlaku.
Program ini juga menjadi salah satu alternatif bagi calon peserta Sekolah Rakyat yang sebelumnya tidak lolos. Gunawan menyebut terdapat sekitar 50-an lebih orang yang terkendala dalam seleksi, salah satunya karena telah melewati batas usia yang ditentukan.
Salah satu peserta yang kini mengikuti program di Sentra Meohai bahkan telah berusia 22 tahun, namun masih membutuhkan pendidikan hingga setara kelas VI sekolah dasar.
Menurut Gunawan, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menyediakan akses pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Karena itu, lama pendidikan tidak diseragamkan, melainkan menyesuaikan jenjang yang masih harus ditempuh masing-masing peserta.
"Kalau seperti yang umur 22 tahun, hanya butuh kelas 6 SD, jadi hanya satu tahun," jelas Gunawan.
Selain pendidikan kesetaraan, peserta juga mendapatkan pembekalan keterampilan vokasional. Sentra Meohai menyiapkan sejumlah bidang keterampilan, seperti salon, menjahit, tata boga, hingga teknik pengelasan.
"Di dunia pendidikannya juga dari SKB, kita nanti berikan juga bentuk vokasional," katanya.
Pembekalan diberikan agar peserta tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat dikembangkan sebagai bekal kemandirian setelah menyelesaikan pendidikan.
Seluruh program diberikan secara gratis. Peserta yang membutuhkan juga dapat memperoleh berbagai bentuk dukungan, seperti pakaian, perlengkapan pendidikan, makanan dan minuman, hingga kebutuhan kebersihan diri.
Untuk kebutuhan tempat tinggal, sebagian peserta akan mendapatkan fasilitas asrama. Penempatannya disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan hasil pemetaan lebih lanjut berdasarkan kondisi masing-masing peserta.
Gunawan mengatakan kelompok desil 1–4 menjadi prioritas utama dalam program tersebut. Kebijakan itu diarahkan untuk membantu peserta dari keluarga dengan kondisi ekonomi paling membutuhkan agar tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan.
Sentra Meohai tidak hanya berfokus pada pendidikan kesetaraan, tetapi juga mempersiapkan peserta agar memiliki peluang setelah menyelesaikan pendidikan.
Gunawan mengatakan pihaknya telah membangun sejumlah kerja sama untuk mendekatkan peserta dengan dunia kerja. Salah satunya melalui sektor ritel, termasuk Alfamidi dan Indomaret.
"Sementara baru satu yang di Alfamidi dan empat di bengkel," ungkap Gunawan.
Baca Juga: Sentra Meohai Kendari Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Beragam Lomba hingga Malam Tirakatan
Selain itu, terdapat beberapa peserta dari program residensial yang telah mendapat tawaran bekerja di Indomaret. Namun, proses perekrutannya masih berjalan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari pembekalan peserta yang telah memasuki usia remaja hingga dewasa agar memiliki keterampilan dan peluang untuk mandiri secara ekonomi.
Sebagai tahap awal mengikuti program, Sentra Meohai Kendari bersama SKB Kota Kendari menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Program Pendidikan Nonformal di Sentra Meohai Kendari, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan berlangsung sehari penuh mulai pukul 08.00 hingga 16.00 Wita. Rangkaian kegiatan dirancang untuk membantu peserta mengenal lingkungan, budaya, tata tertib, serta berbagai aktivitas yang akan mereka jalani selama mengikuti program.
Ketua Panitia MPLS, Wati, S.IP., mengatakan pengenalan lingkungan menjadi bagian penting agar peserta didik baru dapat beradaptasi dan mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
"Mengenal warga, memahami budaya dan tatib diharapkan peserta didik baru dapat mengenal dan beradaptasi sehingga mampu melakukan kegiatan pembelajaran," kata Wati.
Kegiatan diawali dengan registrasi dan pemeriksaan kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan profil, visi, misi, dan budaya Sentra Meohai melalui presentasi interaktif.
Peserta juga mengikuti school tour yang dipandu Sitti Rasnah dan Siti Nur untuk mengenal fasilitas serta lingkungan sekitar Sentra Meohai.
Materi selanjutnya membahas tata tertib, hak, dan kewajiban peserta melalui sesi tanya jawab dan simulasi yang dibawakan Kania Dewi dan Atika Mauliani Umar.
Peserta kemudian mendapatkan materi "Sentra Meohai Aman dan Nyaman" yang membahas antiperundungan, keamanan, dan kesehatan. Materi dikemas melalui diskusi dan permainan bersama Tri Lara Nonia Zebua, Citra Agus Amitra, tenaga medis, serta petugas keamanan Syafri Syam dan Ismail.
Setelah waktu istirahat, salat, dan makan (ishoma), kegiatan dilanjutkan dengan materi "Aku Siap Belajar" mengenai kurikulum, pembelajaran, dan penilaian yang disampaikan Riki Firmansyah.
Peserta juga mengikuti sesi "Aku Punya Potensi" yang memperkenalkan kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya demonstrasi taekwondo oleh Jasman dan seni tari oleh Tajuddin.
Untuk memperkuat kebersamaan, peserta mengikuti games kelompok dalam sesi "Aku Bagian dari Sentra Meohai". Kegiatan tersebut mengangkat tema kerja sama, karakter, dan budaya positif.
Rangkaian MPLS ditutup dengan refleksi pengalaman dan harapan bersama Helma Parande dan Danang Prasetyo Utomo. Kegiatan kemudian ditutup secara resmi oleh Kepala Sentra Meohai Kendari pada pukul 15.40 Wita.
Melalui pendidikan kesetaraan dan pembekalan vokasional tersebut, Sentra Meohai Kendari berupaya memastikan keterbatasan ekonomi maupun usia tidak menjadi penghalang bagi peserta didik untuk kembali memperoleh pendidikan dan mempersiapkan masa depan yang lebih mandiri. (B-Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Mustaqim