5 Poin Kesepakatan Damai AS-Iran, Selat Hormuz Dibuka dan Sanksi Mulai Dicabut

Ahmad Jaelani

Reporter

Selasa, 16 Juni 2026  /  10:16 am

Amerika Serikat dan Iran menyepakati perdamaian awal, membuka kembali Selat Hormuz dan negosiasi lanjutan. Foto: Repro NBC News

TEHERAN, TELISIK.ID - Setelah melalui negosiasi panjang, Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Kesepakatan tersebut juga membuka jalan bagi dibukanya kembali Selat Hormuz dan dimulainya pencabutan sejumlah pembatasan terhadap Iran.

Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Iran telah selesai dan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat, 19 Juni 2026.

Kesepakatan ini menjadi terobosan besar dalam upaya mengakhiri perang yang bermula dari serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu. Konflik tersebut berkembang menjadi krisis regional yang menelan ribuan korban jiwa serta mengguncang pasar energi dunia.

Meski demikian, kesepakatan damai tersebut masih menyisakan sejumlah persoalan, terutama terkait konflik di Lebanon dan pembahasan mengenai program nuklir Iran yang akan dirundingkan lebih lanjut.

Baca Juga: Amerika dan Iran Sepakat Mau Akhiri Perang, Netanyahu Nyolot Israel Tak Terikat Kesepakatan

Berikut lima poin penting dalam kesepakatan awal antara AS dan Iran:

1. Penghentian Operasi Militer

Melansir CNBC Indonesia, Selasa (16/6/2026), Pemerintah Pakistan selaku mediator menyatakan kedua negara telah menyepakati penghentian segera dan permanen seluruh operasi militer. MoU yang akan ditandatangani di Swiss menjadi dasar pelaksanaan penghentian konflik tersebut.

2. Pembukaan Kembali Selat Hormuz

AS dan Iran sepakat membuka kembali Selat Hormuz setelah penandatanganan MoU. Jalur pelayaran strategis tersebut akan dibuka untuk seluruh kapal komersial.

Media Iran melaporkan lalu lintas maritim di Selat Hormuz nantinya akan diatur oleh Iran dengan koordinasi bersama Oman.

3. Program Nuklir Iran

Iran menyatakan kesediaannya untuk tidak memproduksi maupun memperoleh senjata nuklir. Teheran juga akan membekukan aktivitas nuklir dan menahan diri dari pengayaan uranium lebih lanjut selama proses perundingan berlangsung.

Pemerintah AS menyebut akan menerapkan mekanisme inspeksi yang ketat terhadap program nuklir Iran dalam kesepakatan lanjutan.

4. Pencabutan Sanksi dan Pemulihan Ekonomi

Pejabat Iran menyatakan AS setuju untuk tidak menjatuhkan sanksi baru selama proses menuju kesepakatan akhir. Selain itu, sanksi minyak terhadap Iran akan dicabut untuk jangka waktu tertentu.

Iran juga mengklaim AS sepakat melepaskan aset Iran yang dibekukan senilai US$25 miliar. Namun, Trump menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima dana tunai secara langsung, meskipun pencabutan sanksi tetap dimungkinkan.

5. Nasib Lebanon Masih Menjadi Tantangan

Kesepakatan damai juga mencakup penghentian operasi militer di Lebanon. Namun, persoalan ini masih menjadi tantangan karena Israel menyatakan akan tetap mempertahankan kehadiran militernya di sejumlah wilayah yang telah dikuasai.

Baca Juga: Amerika Kembali Gempur Iran, Teheran Ultimatum Tembak Semua Kapal Lewat Selat Hormuz

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menegaskan penghentian serangan Israel terhadap Lebanon menjadi bagian penting dalam implementasi kesepakatan tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, disebut telah menyampaikan kepada Trump bahwa posisi militer Israel di Lebanon, Suriah, dan Gaza akan tetap dipertahankan.

Kesepakatan awal antara AS dan Iran disambut positif oleh pasar global karena dinilai dapat mengurangi ketidakpastian geopolitik dan meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dunia. Namun, sejumlah isu strategis, termasuk masa depan program nuklir Iran dan konflik di Lebanon, masih akan menjadi agenda perundingan lanjutan dalam 60 hari ke depan. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS