Harga Asli Pertalite Rp 18.040 Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Penjelasannya
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Selasa, 16 Juni 2026
0 dilihat
Ramai di media sosial, harga awal Pertalite Rp 18.040 per liter memicu pertanyaan publik. Foto: Repro Harapan Rakyat
" Harga keekonomian Pertalite yang mencapai Rp 18.040 per liter "

JAKARTA, TELISIK.ID - Harga keekonomian Pertalite yang mencapai Rp 18.040 per liter memicu pertanyaan publik karena melampaui harga Pertamax meski memiliki kualitas lebih rendah.
PT Pertamina (Persero) buka suara terkait ramainya pembahasan di media sosial mengenai harga asli atau harga keekonomian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang disebut mencapai Rp18.040 per liter.
Angka tersebut menjadi sorotan karena lebih tinggi dibandingkan harga jual Pertamax yang saat ini dipatok Rp16.250 per liter di wilayah Jabodetabek.
Perbincangan itu bermula dari unggahan di media sosial yang menampilkan struk pembelian BBM di salah satu SPBU Pertamina. Dalam struk transaksi tertanggal 11 Juni 2026 tersebut, tercantum harga asli Pertalite sebesar Rp18.040 per liter. Namun, konsumen hanya membayar Rp10.000 per liter.
Artinya, terdapat selisih sebesar Rp8.040 per liter yang ditanggung pemerintah melalui skema subsidi BBM.
Baca Juga: 9 Kebijakan Strategis Kemenkeu 2027, Stabilisasi Subsidi BBM hingga Efisiensi Belanja Masih Diterapkan
Tingginya harga keekonomian Pertalite kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, Pertamax memiliki kualitas lebih tinggi dengan Research Octane Number (RON) 92, sedangkan Pertalite memiliki RON 90.
Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, menjelaskan bahwa harga keekonomian tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan harga jual BBM di SPBU.
Menurutnya, Pertalite merupakan jenis BBM bersubsidi yang harga jualnya ditetapkan oleh pemerintah. Karena itu, selisih antara harga keekonomian dan harga yang dibayarkan masyarakat ditanggung oleh negara.
"Program subsidi BBM adalah kewenangan dan ditentukan oleh pemerintah. Subsidi diberikan pada Pertalite, dan Pertamina sebagai operator patuh kepada kebijakan pemerintah," ujar Roberth, seperti dikutip dari Kompas, Selasa (16/6/2026).
Sementara itu, Pertamax merupakan BBM nonsubsidi yang penetapan harganya mengikuti perkembangan pasar dan tidak mendapatkan subsidi seperti Pertalite.
Roberth menjelaskan, penentuan harga Pertamax mempertimbangkan berbagai aspek, terutama tren pergerakan harga minyak dunia. Penetapan harga tersebut juga dilakukan melalui koordinasi antara Pertamina dan pemerintah.
Baca Juga: Migrasi Pengguna Pertamax ke Pertalite Bikin Subsidi BBM Anjlok Rp 19,5 Triliun, Begini Penjelasannya
Di tengah kenaikan harga minyak dunia, Pertamina bahkan sempat menahan harga Pertamax sejak 1 April 2026 di level Rp12.300 per liter. Kebijakan tersebut diambil setelah melalui pembahasan bersama pemerintah.
Penjelasan Pertamina itu sekaligus menegaskan bahwa harga asli atau harga keekonomian Pertalite sebesar Rp18.040 per liter tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan harga jual Pertamax di SPBU karena keduanya memiliki mekanisme penetapan harga yang berbeda.
Pertalite memperoleh subsidi dari pemerintah sehingga masyarakat tetap membeli BBM tersebut dengan harga Rp10.000 per liter. Sementara itu, Pertamax dijual dengan mekanisme harga yang mengikuti kondisi pasar dan tidak memperoleh subsidi dari pemerintah. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS