Pemkab Muna Keciprat Inpres Irigasi Daerah Rp 28,3 Miliar
Sunaryo, telisik indonesia
Selasa, 16 Juni 2026
0 dilihat
BWS Sultra bersama Kadis PUPR Muna, Mustajab menggelar rapat membahas usulan program IID. Foto: Ist.
" Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna tak henti-hentinya mencari sumber anggaran di Pemerintah Pusat "

MUNA, TELISIK.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna tak henti-hentinya mencari sumber anggaran di Pemerintah Pusat.
Selain infrastruktur jalan, Pemkab juga memberi perhatian serius pada irigasi. Nah, berkat kolaborasi yang baik dengan Pemerintah Pusat, tahun ini, Pemkab Muna keciprat Inpres Irigasi Daerah (IID) sebesar Rp 28,3 miliar.
Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muna, Mustajab menerangkan, pada program IID, Pemkab menggusulkan 27 titik lokasi yang diinput melalui aplikasi Sistem Informasi Pengusulan Irigasi (SIPURI) platfrom milik Kementrian PU pada 30 Maret-4 Mei 2026 lalu. Namun, berdasarkan hasil verifikasi yang dilalukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilyah IV Kendari dan pusat, yang dinyatakan memenuhi syarat hanya 19 lokasi.
Ke-19 usulan lokasi itu terdiri dari, rehabilitasi jaringan utama daerah irigasi Lupia I, Lupia II dan Bahutara. Kemudian, peningkatan jaringan irigasi tersier daerah irigasi Labulu-bulu dan Bente. Lalu, pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) Pentiro, Tombula, Labunti, Madodo, Lapodidi, Kambawuna, Bone Kacintala,Wale-Ale, Wali, Lupia, Langkoroni, Labone, Kondongia dan Liabalano.
"Total anggaran yang sudah teralokasi pada 19 lokasi itu sebesar Rp 28,3 miliar," kata Mustajab, Selasa (16/6/2026).
Baca Juga: Bupati Muna Barat Darwin Luncurkan Gerakan Peduli Sayang Anak Cegah Kekerasan Fisik dan Seksual
Mustajab mengaku, dari 27 usulan itu, terdapat satu usulan yang menjadi atensi serius Bupati, Bachrun Labuta. Adalah daerah irigasi Komba-komba yang belum terakomodir akibat pada saat verifikasi Dinas PUPR bersama BWS di desk Kementerian PU terdapat dokumen yang masih perlu dilengkapi.
"Saat itu, kita sudah lengkapi, hanya saja aplikasi SIPURI sudah tertutup," terangnya.
Baca Juga: Buka Festival Literasi, Bupati Muna Ingatkan Jangan Bosan Membaca
Atas kondisi itu, bupati, lanjut Mustajab tidak tinggal diam. Ia memerintahkannya untuk kembali berkoordinasi dengan BWS.
Hasilnya, usulan anggaran pembangunan irigasi Komba-komba sebesar Rp 32 miliar dianggap cukup besar dan tidak dapat dilakukan dengan sisa waktu yang kasih hingga akhir tahun.
Karenanya, BWS kembali berkoordinasi dengan pusat untuk mengalokasikan anggarannya secara bertahap yakni, tahun 2026 ini sebesar Rp 8 miliar dan sisanya di tahun 2027-2028. (C)
Penulis: Sunaryo
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS