BPS: Ekonomi Sulawesi Tenggara Triwulan I-2022 Alami Peningkatan

Aris Mantobua

reporter

Selasa, 17 Mei 2022  /  2:15 pm

BPS merilis, nilai ekonomi Sulawesi Tenggara triwulan I-2022 terhadap triwulan I-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 5,07 persen. Foto: Aris Mantobua

KENDAR, TELISIK.ID - BPS Sulawesi Tenggara menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara triwulan I tahun 2022 mengalami peningkatan dibadingkan dengan tahun sebelumnya.

Perekonomian Sulawesi Tenggara berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I tahun 2022 mencapai Rp 34,87 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 23,95 triliun.

Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti mengatakan, ekonomi Sulawesi Tenggara triwulan I-2022 terhadap triwulan I-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 5,07 persen (y-on-y).

Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,53 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen lembaga non profit yang melayani rumah rangga mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,65 persen.

Ekonomi Sulawesi Tenggara triwulan I-2022 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi sebesar 8,23 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, lapangan usaha konstruksi mengalami kontraksi terdalam sebesar 24,23 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, kontraksi terdalam terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) sebesar 28,39 persen.

Baca Juga: Harga Cryptocurrency Tidak Bersahabat, CEO Indodax Kasih Tips Bagi Investor

"Dari sisi produksi, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan kontribusi paling dominan terhadap PDRB Sulawesi Tenggara sebesar 24,78 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, kontribusi paling dominan terjadi pada komponen ekspor barang dan jasa sebesar 52,32 persen," ucap Agnes, Selasa (17/5/2022).

Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Sultra, Ahmad Luqman juga menjelaskan, struktur PDRB Sulawesi Tenggara menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku triwulan I-2022 tidak menunjukkan perubahan yang berarti.

Perekonomian Sulawesi Tenggara masih didominasi oleh komponen ekspor barang dan jasa yang mencakup lebih dari separuh PDRB Sulawesi Tenggara, yaitu sebesar 52,32 persen; diikuti oleh komponen PK-RT sebesar 49,74 persen; komponen PMTB sebesar 38,53 persen; komponen PK-P sebesar 11,04 persen; komponen Perubahan Inventori sebesar 1,81 persen; dan komponen PK-LNPRT sebesar 1,02 persen.

Sementara itu, komponen impor barang dan jasa sebagai faktor pengurang dalam PDRB menurut pengeluaran memiliki peran sebesar 54,47 persen.

Ahmad Luqman menuturkan, ekonomi Sulawesi Tenggara pada triwulan I-2022 terhadap triwulan IV-2021 (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar 8,23 persen. Kontraksi terdalam terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 28,39 persen; diikuti oleh komponen ekspor barang dan jasa sebesar 25,86 persen; komponen PMTB sebesar 15,54 persen; komponen PK-LNPRT sebesar 1,42 persen; dan komponen PK-RT sebesar 0,09 persen.

Baca Juga: Tangguhkan Rencana Beli Twitter, Elon Musk Ungkap Sebabnya

Komponen impor barang dan jasa yang merupakan faktor pengurang dalam PDRB menurut pengeluaran juga mengalami kontraksi sebesar 28,23 persen.

Sementara itu, salah satu warga Kota Kendari Jendi Pamungkas mengatakan, tingkat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara harus ditingkatakan. Hal tersebut bisa membuat Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi provinsi dengan pentumbuhan ekonomi yang pesat.

"Semua stakeholder yang ada bisa terus berkontrubusi untuk Sulawesi Tenggara. Terutama pembukaan lapangan pekerjaan buat masyarakat Sulawesi Tenggara harus terus dilakukan, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.  (A)

Penulis: Aris Mantobua

Editor: Haerani Hambali