Cegah Perundungan di Lingkungan Sekolah, SMPN 8 Kendari Terus Lakukan Edukasi
Reporter
Selasa, 24 Februari 2026 / 9:47 am
Kepala SMPN 8 Kendari, Muliadi konsisten dalam pencegahan kasus perundungan di lingkungan sekolah. Foto: Ist.
YKENDARI, TELISIK.ID - Maraknya kasus bullying atau perundungan membuat kasus ini menjadi perhatian banyak pihak, khususnya di instansi pendidikan. Salah satunya adalah SMPN 8 Kendari yang terus berupaya melakukan pencegahan adanya perundungan di lingkungan sekolah.
Kepala SMPN 8 Kendari, Muliadi mengatakan, upaya untuk menghindari terjadinya perundungan di lingkungan yaitu dengan rutin memberikan pembelajaran terkait profil Pancasila. Dalam pembelajaran tersebut para siswa diajarkan mengenai karakter, cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain, serta cara bersikap di tengah-tengah masyarakat.
"Profil Pancasila ini diberikan saat jam pembelajaran. Di setiap mata pelajaran, kami selalu menyisipkan muatan-muatan pemahaman tentang bullying pada awal maupun akhir pembelajaran, seperti bagaimana mengatasi perilaku bullying dan cara menghindarinya. Serta penyisipan informasi mengenai dampak bullying, dimaksudkan agar para siswa dapat terus mengingatnya dan dapat menghindarinya," ujar Muliadi, Senin (24/2/2026).
Ia juga mengungkapkan, pihak sekolah menyediakan jadwal khusus pertemuan antara guru wali murid dengan orang tua murid. Dengan tujuan agar kedekatan emosional antara guru dengan para murid terjalin erat.
Baca Juga: SMP Frater Kendari Borong Juara dan Raih Adiwiyata Mandiri, Target Sekolah Bebas Plastik
"Jadi guru-guru di sini semua memiliki tanggung jawab untuk mencegah adanya perundungan di lingkungan sekolah," ungkapnya.
Muliadi berpandangan, pencegahan kasus perundungan ini harus dilakukan sejak dini dan semua lini sektor harus bekerja sama untuk melakukan pencegahan tersebut.
Baca Juga: SMPN 2 Kendari Panen Prestasi Ekstrakurikuler: Futsal Berprestasi, Pramuka Tembus Level Nasional
"Pencegahan ini harus dilakukan sejak awal, bukan sudah terjadi baru dilakukan pencegahan. Untuk melakukan itu memang tidak bisa sendiri, kita semua harus bekerja sama, baik itu di dalam lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah," ujarnya.
Ia berpesan, bekerja sama antara guru dan juga seluruh murid di SMPN 8 Kendari untuk menjauhi perilaku bullying tersebut. Ia juga mengajak murid bagi yang melihat terjadi aksi bullying, untuk bersama-sama mencegah atau melaporkan aksi tersebut ke pihak sekolah.
"Saya memang ingin menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, aman dan tentram bagi semua murid yang bersekolah ataupun yang nantinya akan mendaftar di sini. Karena hal itu juga yang dapat menjaga nama baik sekolah di masyarakat Kota Kendari," pungkasnya. (C)
Penulis: Gede Suyana Sriski
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS