Deretan Lagu Viral Buatan AI Ramai di Indonesia, Warganet Banyak yang Tak Sadar
Erni Yanti, telisik indonesia
Senin, 15 Juni 2026
0 dilihat
Suasana konser musik yang dipadati penonton saat sebuah grup band tampil energik di atas panggung dengan sorotan lampu berwarna-warni. Foto: ameerarepublik.co.id
" Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini semakin merambah industri musik Indonesia "

KENDARI, TELISIK.ID - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini semakin merambah industri musik Indonesia.
Sejumlah lagu yang viral di media sosial ternyata dibuat dengan bantuan AI, mulai dari pengolahan aransemen musik hingga penciptaan vokal yang terdengar layaknya penyanyi manusia.
Dilansir dari media online IDN Times, Minggu (14/6/2026), fenomena lagu berbasis AI kini semakin sulit dibedakan dengan karya musik konvensional.
- Lu Kenal Veronica Ko" karya Ferry Klau.
Lagu tersebut viral berkat liriknya yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam sejumlah wawancara, Ferry mengungkapkan bahwa lirik lagu dibuat sendiri, sementara proses musiknya dibantu teknologi AI.
Baca Juga: Sarwendah Kirim Surat Ajak Ruben Onsu Bertemu Bahas Damai
- My Little Bolu Ketan yang dipopulerkan akun Vokaliz Netizen
Lagu tersebut dibuat dari kumpulan komentar warganet yang kemudian diolah menjadi musik menggunakan AI. Lagu ini bahkan digunakan ratusan ribu kali sebagai latar video di TikTok.
- Let Me Be - The Second Voice karya Elvin Cena.
Musisi tersebut memanfaatkan platform AI untuk menyempurnakan lagu yang telah ia tulis sebelumnya. Teknologi AI digunakan sebagai alat bantu untuk menghasilkan aransemen dan karakter vokal tambahan dalam lagu tersebut.
Tak hanya lagu orisinal, AI juga digunakan untuk membuat versi baru dari lagu yang sudah populer. Salah satunya adalah versi bahasa Korea dari lagu "Seperti Mati Lampu" milik Nassar yang sempat viral karena terdengar seperti soundtrack drama Korea.
Baca Juga: Deretan Lagu Trending TikTok Juni 2026 yang Ramai Masuk FYP
Selain itu, lagu "No Batidão" versi bahasa Indonesia juga ramai digunakan di media sosial setelah liriknya diterjemahkan menggunakan bantuan AI.
Maraknya lagu berbasis AI memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian menilai teknologi tersebut membuka peluang kreativitas baru bagi para musisi dan kreator konten.
Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa penggunaan AI secara masif dapat mengaburkan batas antara karya manusia dan karya mesin. (C)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS