Cuaca Ekstrem Ganggu Produksi Padi Petani Amohalo Kota Kendari

Sumarlin

Reporter

Jumat, 16 Juni 2023  /  7:14 pm

Pj Wali Kota Kendari bersama sejumlah pejabat melakukan panen padi pada pesta panen, di lahan pertanian di kawasan persawahan Amohalo Kecamatan Baruga Kota Kendari. Foto: Sumarlin/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Tingginya curah hujan yang disertai angin kencang, menyebabkan produktivitas lahan persawahan petani di kawasan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari banyak yang rusak.

Ketua Gapoktan Samaenre, Arif Rante menjelaskan, panen padi mereka tahun ini tidak maksimal karena curah yang tinggi disertai angin kencang, sehingga sekira 50 persen padi roboh.

Meskipun demikian, mereka masih bisa memanen padi sekira 5-6 ton per hektare atau sebanyak 2700 ton gabah kering dari lahan seluas 450 hektare.

Selain itu, sejak beberapa tahun lalu, luas lahan sawah di kawasan itu berkurang dari awalnya sekira 700 haktare kini menjadi 450 haktare atau berkurang sebanyak 250 hektare.

Baca Juga: Meski Cuaca Ekstrem Masyarakat Wakatobi Nekat Berlayar

"Sebagai tokoh masyarakat kami sudah bernegosiasi dengan Pemprov Sulawesi Tenggara, namun hasilnya nihil dan hak milik yang didambakan petani sampai hari ini tidak ada," ungkapnya saat pesta panen padi di kawasan persawahan Amohalo Kecamatan Baruga, Jumat (16/6/2023).

Mereka berharap Pejabat (Pj) Wali Kota Kendari, bisa memfasilitasi mereka untuk menyelesaikan persoalan itu, agar petani Amohalo bisa kembali mengolah lahannya.

Sementara itu Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengaku, akan mengkonsolidasikan persoalan itu di internal pemerintah kota, kemudian akan dikoordinasikan dengan Pemprov Sulawesi Tenggara untuk mendapatkan solusi.

"Tentu butuh proses, saya hanya berharap ada dukungan dan doa dari masyarakat ya, untuk sama-sama kita carikan jalan keluarnya, karena tanpa dukungan masyarakat saya pikir ini semua akan sia-sia," ungkapan.

Pj wali kota juga memberi apresiasi pada gapoktan yang bekerja keras mengolah lahan di kawasan Amohalo, sehingga bisa memproduksi padi.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Buat Rusak 324 Rumah di Kota Kendari

Selain itu, kawasan ini juga bisa memberikan sumbangsih terhadap pengendalian inflasi di Kota Kendari, karena setelah panen kebutuhan masyarakat bisa tercukupi. Tentunya bisa menyerap tenaga kerja hampir 1.000 orang.

Asmawa berharap, produktivitas petani bisa kembali ditingkatkan, sebab tahun lalu produksi padi petani bisa mencapai 9 ton per hektare dalam sekali panen.

Pada kesempatan itu, Pj Wali Kota Kendari, sekretaris daerah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara, Kepala BPS Kota Kendari, Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari memanen langsung padi di persawahan.

Selanjutnya panen dilakukan menggunakan mesin perontok padi yang bekerja secara mekanik. (B)

Penulis: Sumarlin

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS