Dapur Pria Viral Joget Pamer Untung MBG Rp 6 Juta Sehari Dihentikan BGN, Disebut Punya 7 Titik SPPG
Reporter
Rabu, 25 Maret 2026 / 11:05 am
Hendrik Irawan viral usai joget pamer keuntungan MBG, operasional dapur langsung dihentikan sementara BGN. Foto: TikTok@HendrikIrawanMBG
JAKARTA, TELISIK.ID - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria berjoget di dalam dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.
Dalam video tersebut, pria itu tampak menari sambil menampilkan narasi mengenai keuntungan yang disebut mencapai Rp 6 juta per hari dari program tersebut.
Lokasi video disebut berada di fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Di dalam rekaman terlihat jelas atribut yang mengarah pada Badan Gizi Nasional (BGN), sehingga memicu perhatian publik terhadap tata kelola program tersebut di lapangan.
Menanggapi hal itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan bahwa pihaknya segera melakukan langkah penanganan. Ia menyebut tim pengawasan telah ditugaskan untuk menemui pria yang bersangkutan guna melakukan klarifikasi langsung.
“Kami lagi tugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan untuk bertemu,” ujar Nanik kepada wartawan, seperti dikutip dari tvOnews, Rabu (25/3/2026).
Nanik juga menjelaskan bahwa koordinasi dilakukan dengan Brigjen Doni Dewantoro selaku Direktur Tauwas wilayah II. Dari hasil pertemuan tersebut, pria dalam video telah mendapatkan teguran keras dari pihak berwenang.
“Ini barusan saya telepon Brigjen Doni Dewantoro, Direktur Tauwas wilayah II, sudah bertemu dan sudah ditegur keras,” lanjutnya.
BGN menyatakan penyesalan atas tindakan yang dilakukan oleh mitra tersebut. Selain dinilai tidak mencerminkan etika kerja, aksi tersebut juga dilakukan di area dapur tanpa menggunakan alat pelindung diri yang menjadi standar operasional.
“Yang jelas kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian,” kata Nanik.
Ia juga menyoroti adanya unsur pembuatan konten di dalam dapur yang dinilai tidak tepat, terutama karena tidak memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan kerja.
“Mengapa harus overacting seperti itu, apalagi ada konten, konten yang dia buat di dalam dapur tanpa APD,” tambahnya.
Selain persoalan perilaku, hasil pemeriksaan juga menemukan sejumlah masalah teknis pada fasilitas dapur tersebut. Di antaranya adalah tata letak yang tidak sesuai standar serta instalasi pengolahan air limbah yang tidak memenuhi ketentuan.
“Setelah dicek dapurnya ternyata layout-nya salah dan IPAL-nya tidak benar, jadi kita suspend,” jelas Nanik.
Temuan tersebut menjadi dasar bagi BGN untuk menghentikan sementara operasional SPPG yang bersangkutan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi terhadap standar pelaksanaan program di lapangan.
Baca Juga: Jeda Waktu PNS Masuk Kerja usai Libur Lebaran 2026, Berikut Jadwal Resminya
Lebih lanjut, diketahui bahwa pria dalam video tersebut memiliki hingga tujuh titik SPPG, meskipun baru satu lokasi yang telah beroperasi. Hal ini turut menjadi perhatian dalam proses pengawasan lanjutan oleh BGN.
Nanik menegaskan bahwa program MBG merupakan program pemerintah yang ditujukan untuk pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, sehingga pelaksanaannya harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Ini bukan bisnis ya. Ini adalah program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak. Bukan kemudian dilakukan seperti itu,” tegasnya.
Kasus ini menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di berbagai daerah, termasuk dalam memastikan standar operasional dan etika kerja dijalankan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS