Dapur Sehat Atasi Stunting di Kampung KB
Reporter
Sabtu, 15 Juli 2023 / 6:39 pm
BKKBN Sulawesi Tenggara bersama Pemda Wakatobi gelar dapur sehat atasi stunting. Foto: Facebook BKKBN Sultra
KENDARI, TELISIK.ID - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tenggara, terus berkomitmen dalam upaya penanganan stunting di daerah tersebut. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah melalui program dapur sehat atasi stunting (dashat) di Kampung KB.
Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tenggara, Asmar. Menurutnya, program dashat itu bertujuan untuk memberikan solusi konkret dalam mengatasi masalah stunting melalui asupan gizi yang seimbang bagi anak-anak dan keluarga di Kampung KB.
"Salah satu program di Kampung KB itu dapur sehat. Jadi masyarakat bisa mendapatkan edukasi dan cara membuat makanan bergizi lewat dapur sehat ini,” kata Asmar kepada Telisik.id, belum lama ini.
Baca Juga: BKKBN Sulawesi Tenggara Optimalkan Kerja Sama Lintas Sektor dalam Penanganan Stunting
Saat ini, data menunjukkan angka stunting di Sulawesi Tenggara masih harus diberikan perhatian serius. Untuk itu, BKKBN berkomitmen untuk melakukan tindakan yang efektif guna mengurangi angka stunting dan memastikan pertumbuhan anak yang optimal.
(2).jpg)
Dashat bertujuan agar masyarakat dapat lebih diberdayakan lagi, dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting. Di mana penerapan dashat memanfaatkan potensi lokal, sasaran utama keluarga kurang mampu yang berisiko stunting, agar mereka paham mengenai gizi seimbang.
Melalui program dashat, BKKBN Sulawesi Tenggara memberikan edukasi tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI, serta praktik-praktik gizi yang baik.
Untuk mengoptimalkan dapur sehat di setiap wilayah, BKKBN Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan mitra kerja lainnya.
Baca Juga: BKKBN Sulawesi Tenggara Imbau Cegah Stunting Sejak Masa Kehamilan
Sebelumnya, dikutip dari bkkbn.go.id, Kepala BKKBN Dokter Hasto Wardoyo menyampaikan, dahsat ada dalam Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) dan menjadi pusat gizi serta pelayanan pada anak stunting.
BKKBN bersama para ahli gizi telah menyusun menu sehat dengan konsep produk lokal karena sekaligus memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat sendiri.
Dashat merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting yang memiliki calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta/balita stunting terutama dari keluarga kurang mampu. Melalui pemanfaatan sumberdaya lokal (termasuk bahan pangan lokal) yang dapat dipadukan dengan sumberdaya/kontribusi dari mitra lainnya. (B-Adv)
Penulis: Fitrah Nugraha
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS