Debit Air Menurun, PDAM Muna Butuh Rp 1 Miliar Biaya Perbaikan
Reporter Muna
Minggu, 23 Mei 2021 / 6:23 pm
Kondisi mata air Jompi. Foto: Sunaryo/Telisik
MUNA, TELISIK.ID - Kondisi mata air Jompi, Kelurahan Laende, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna sangat memprihatinkan. Akibat gundulnya hutan, sumber mata air warga Kota Raha itu sudah terjadi pendangkalan.
Bila musim hujan, terjadi banjir yang membuat air menjadi keruh. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) pun terpaksa tidak mendistribusikan air ke para pelanggan.
Baca Juga: Pengunjung Pasar Sentral Wangi-Wangi Masih Sepi Pasca Lebaran
Direktur PDAM Muna, Muhamad Nurhayat Fariki menerangkan, akibat pendangkalan itu, otomatis debit air menurun. Untuk menjaga air tetap terdisribusi dari broncaotering (penampung disumber), pihaknya menangani secara manual.
"Kualitas air tetap kita jaga agar tidak keruh dengan menutupi secara manual kebocoran," kata pria yang kerap disapa Yayat itu, Minggu (23/5/2021).
Untuk menyelesaikan pembenahan di mata air Jompi, pihaknya berharap ada dukungan anggaran dari Pemkab Muna yang kisarannya mencapai Rp 1 miliar.
Baca Juga: Muh. Amsar, Jebolan SeHAMA KontraS Siap Pimpin KNPI Sultra
Anggaran tersebut, kata dia, akan digunakan untuk memperbesar broncaptering dan pembuatan talud di pesisir agar tidak terjadi erosi.
"Kita butuh Rp 1 miliar, tetapi tentunya akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah," ujarnya. (B)
Reporter: Sunaryo
Editor: Fitrah Nugraha