Den Ayu Kanem Khaltsum, Wanita Tangguh Pengelola Security

Fitrah Nugraha

Reporter

Minggu, 25 April 2021  /  3:03 pm

Direktur PT Prima Mandiri Sultra, Den Ayu Kanem Khaltsum. Foto: Ist.

KENDARI, TELISIK.ID – Menjadi wanita bukan berarti seseorang tidak bisa memiliki power untuk meraih kesuksesan. Sosok wanita juga bukan berarti tidak bisa menciptakan hal-hal baru maupun menjadi pemimpin.

Pasalnya, kesuksesan seseorang hari ini tidak lagi ditentukan dari gendernya, tetapi karena ketekunan dan kerja keras yang mengantarkan seseorang bisa meraih impiannya.

Hal tersebut telah dibuktikan oleh sosok wanita tangguh asal Sulawesi Tenggara (Sultra), Den Ayu Kanem Khaltsum. Wanita kelahiran Ranomeeto 30 September 1981 ini telah membuktikan bahwa seorang perempuan juga bisa meraih kesuksesan di dunia pekerjaan atau karir.

Wanita yang akrab dipanggil Ibu Kanem ini mengaku bahwa kunci kesuksesan seseorang bukanlah karena ia laki-laki atau perempuan, tetapi ditentukan dari kerja kerasnya sendiri.

 

Foto bersama pada Musda DPD ABUJAPI Sultra. Foto: Ist.

 

Terbukti, dengan ketekunan, kerja keras, dan kedisiplinan, mengantarkan ia menduduki posisi sebagai Direktur PT Prima Mandiri Sultra yang merupakan perusahaan jasa pengamanan dan pengelola tenaga kerja di antaranya security, office boy, tenaga administrasi, dan sebagainya.

Meski termasuk perusahaan lokal di Sultra, tetapi lewat kepemimpinannya perusahaan ini mampu membuka unit usaha hingga ke Jawa, Kupang, dan berbagai daerah di Sulawesi.

Sebelum menduduki posisi Direktur PT Prima Mandiri Sultra, ia pernah bekerja di Perusahaan Daerah (Perumda) selama kurang lebih 18 tahun. Ia mulai bekerja di Perumda tahun 2000, tepatnya setahun setelah ia lulus dari SMK Negeri 1 Kendari pada tahun 1999.

Selama bekerja di Perumda, Ibu Kanem telah menempati berbagai posisi, mulai dari bagian keuangan, accounting, HRD, dan unit jasa. Bahkan saat awal-awal bekerja, ia juga pernah diposisikan sebagai kasir.

Baca juga: Raih Apresiasi, Kisah Anggota Polisi Sisihkan Gaji untuk Pembangunan Masjid

“Hampir semua posisi sudah saya lalui di Perumda, mulai dari keuangan, Kepala HRD dan bahkan pernah juga menjadi kasir. Padahal awalnya, saya bisa bekerja di Perumda ini setelah saya direkomendasikan oleh pimpinan tempat saya peraktek lapangan di Kantor Peternakan saat masih sekolah di SMK Negeri 1 Kendari. Tapi karena saat itu saya masih sekolah jadi saya belum terima, nanti setelah enam bulan tamat sekolah baru saya masuk di Perumda,” kata Ibu Kanem kepada Telisik.id saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (23/4/2021).

Setelah cukup lama berkerja, pada 2013, ia dipercaya untuk memegang anak perusahaan dari Perumda yakni PT Prima Utama Sultra menjadi direktur utamanya. Kendati diamanahkan memimpin anak perusahaan, tetapi ia masih tetap terdaftar sebagai karyawan di Perumda.

 

Direktur PT Prima Mandiri Sultra, Den Ayu Kanem Khaltsum (kiri) bersama Irjen. Pol. Drs. H. Merdisyam, M.Si, saat menjabat Kapolda Sultra. Foto: Ist.

 

Saat memimpin anak perusahaan Perumda, ia pun semakin banyak memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang usaha pengelolaan tenaga kerja ini.

Maka dengan keberanian dan tekad yang kuat, pada tahun 2015, ia pun akhirnya mendirikan perusahaan sendiri yang diberinama PT Prima Mandiri Sultra. Sebuah perusahaan lokal yang juga bergerak di bidang jasa pengamanan dan pengelola tenaga kerja.

“Saya berani membuka usaha sendiri karena saya memang sudah mengetahui detail bisnis ini. Maka setelah dua tahun memimpin anak perusahaan Perumda itu, saya berpikir untuk buat perusahaan sendiri. Nah, pada 2015 itulah saya mendirikan PT Prima Mandiri Sultra, hanya saja saat itu saya juga masih belum diizinkan keluar dari Perumda. Sampai pada tahun 2016, barulah saya keluar dan fokus menjalankan usaha saya ini, yang awalnya berkantor di rumah sendiri di daerah Anduonohu,” ujarnya.

Sejak menjalankan PT Prima Mandiri Sultra, ia mulai memperluas pergaulan dan menambah jaringan, hingga memperjuangkan Pendirian DPD ABUJAPI Sultra dan berandil besar dalam upaya Penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) ABUJAPI pada September 2018, dengan jiwa kepemimpinan yang telah melekat kuat dalam  dirinya, pada Musda tersebut, ia ditunjuk menjadi Ketua Umum (Ketum) DPD ABUJAPI Sultra oleh perusahaan pengelola pengamanan di Sultra.

Baca juga: Kisah Noe Letto jadi Ateis Sebelum Memeluk Islam

“Setelah menjadi Ketum ABUJAPI Sultra, saya memberanikan diri lagi untuk pindah dan memiliki kantor sendiri. Alhamdulillah, setelah Musda tahun 2018 itu, dengan tekad yang kuat, saya akhirnya pindah di kantor ini yang beralamat di Jalan Sao-Sao, Kota Kendari,” katanya.

Untuk saat ini, PT Prima Mandiri Sultra sudah mempekerjakan sekitar 600 orang lebih yang disebar di berbagai perusahaan mitra, seperti Meratus Group yang merupakan perusahaan layanan container dan PT Borwita Citra Prima (BCP), sebuah perusahaan distribusi produk yang memiliki unit usaha di berbagai daerah mulai Sulawesi hingga Jawa Tengah.

Melalui kemitraan ini, PT Prima Mandiri Sultra yang melakukan perekrutan untuk tenaga kerja outsourching mulai dari sales, driver hingga bagian gudang, dan sebagiannya ada bagian pengamanan untuk ditempatkan di perusahan-perusahan tersebut.

“Kami melayani tenaga kerja itu tergantung permintaan user. Misalnya di Kendari, saat ini mitra kita ada Multimedia dan Maxcell tapi yang diminta hanya tenaga kerja pengamanan. Baru-baru ini juga ada permintaan tanaga kerja dari perusahaan tambang,” jelasnya.

Selain itu, Ibu Kanem mengaku, perusahaan di bidang tenaga kerja saat ini memang cukup banyak sehingga persaingan juga cukup ketat. Olehnya itu, agar bisa tetap bersaing dan tumbuh, maka berbagai inovasi telah dilakukan, salah satunya dengan mengoptimalkan pelayanan.

“Kami mengutamakan pelayanan. Nah, kalau ada perusahaan yang ingin bermitra, kami langsung datang di tempatnya untuk melakukan presentasi dan penawaran harga. Jadi intinya kami selalu jemput bola, langsung mendatangi perusahaan yang bermitra dengan kami. Karena dengan begitu, kami bisa mengetahui apa permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan dan tenaga kerja di lapangan,” jelasnya.

Apalagi, tambah dia, usaha ini bukan mengatur mesin yang bisa diatur begitu saja, tetapi usaha ini mengelola manusia yang memiliki karakter yang berbeda-beda. Sehingga perlu lebih banyak memahami, sebab untuk meminimalisir masalah yaitu dengan banyak menjalin komunikasi.

Baca juga: Berawal Tanya Soal Setan, Noe Letto yang Ateis Putuskan Jadi Mualaf

“Kami terus jalin komunikasi baik dengan user maupun karyawan. Kami jadikan karyawan seperti teman dan bukan bawahan, maka dengan adanya kedekatan itu, kami bisa meminimalisir masalah,” katanya.

Di tengah kesibukannya dalam memimpin perusahan, alumni Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) ini juga melanjutkan studinya di Universitas Muhammdiyah Jakarta (UMJ).

“Saya lulus S1 di UMK itu tahun 2012 dan menjadi lulusan cumlaude. Kemudian tahun 2020 kemarin, saya lanjut magister di UMJ mengambil jurusan yang sama Jurusan Hukum,” tandasnya.

Menjadi wanita karir diakuinya memang tidak mudah, sebab di satu sisi ia juga mesti menjalankan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga.

Kendati demikian, itu tidak menjadi hambatan baginya, sebab yang menjadi persoalan adalah bagaimana cara mengatur waktu agar semuanya bisa berjalan baik, kapan harus mengurus pekerjaan dan kapan harus bersama keluarga.

Apalagi, kata dia, saat ini ia bersama dengan suaminya, Sutomo, telah dikaruniai tiga orang anak yakni Diah Destisya Azzahra yang saat ini mengikuti bimbingan belajar di Yogyakarta, Qirrnah Qaleisya Azzahfa yang saat ini masih duduk dibangku SD, dan Azhaf Akhilendra Alfansyah yang masih usia 9 bulan.

“Kiatnya itu pekerjaan mesti dibawa santai saja, jangan jadi beban. Jadi intinya pandai-pandai kita mengatur waktu dan disiplin antara pekerjaan dan urusan rumah tangga. Apalagi, kita bekerja juga untuk keluarga, namun tetap yang penting keluarga. Alhamdulillah, keluarga besar sudah memahami pekerjaan saya. Tapi yang jelas kita tetap berpartisipasi dan menjalin komunikasi dengan keluarga,” ujarnya. (B-Adv)

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali

TOPICS