JAKARTA, TELISIK.ID - Sebelum memilih menjadi mualaf atau memeluk Islam, Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang lebih dikenal dengan nama Noe Letto mengakui dirinya seorang ateis.
Noe Letto blak-blakan mengakui dirinya adalah ateis. Hal itu karena pemikirannya yang cukup kritis dalam memandang agama.
"Saya pernah ateis dengan sadar, dengan jalan logika," ujar Noe Letto membuka kisah hijrahnya dikutip dari kanal YouTube Cahaya untuk Indonesia, melalui Suara.com jaringan Telisik.id.
Putra budayawan Cak Nun ini berlogika, bahwa sesuatu yang dimiliki memang miliknya. Bukan seperti pemahaman bahwa segala sesuatu adalah kepunyaan Tuhan.
"Saya bicara gelang, jam, handphone itu adalah milik saya. Karena saya mengakuisisi dari luar. Termasuk, saya melihat daging di badan saya, ini mililk saya atau bukan? Oh ternyata dari luar. Saya makan, jadi daging ke tubuh saya. Pengetahuan, oh saya dengar dari lingkungan, masukan dari bapak, kemudian saya akuisisi," paparnya.
